Trisula Generation (Generasi pencakar langit penerawang dunia akhirat) 

kini hatiku tergores kesedihan

ketika terucap kata perpisahan

walau air mata tak berlinang

bukan berarti suatu kerelaan

saat-saat langkah kita kan terayun

jarakpun semakin terbentang

akankah semua jadi kenangan

atau hanyut terbawa gelombang

semoga kelak kau dapati

indahnya hari seperti warna pelangi

tinggalkan aku disini

sobat dalam hatiku ini

akan tetap membekas suatu kenangan

yang indah bersamamu

tak bisa kulupakan disetiap waktuku

Rasa kangen itu pasti ada, tapi mau berbuat apa kalau waktu dan jarak sudah memisahkan kita. demi masa depan kita masing-masing, kita mampu berpisah selama bertahun-tahun. kalau berbicara tentang kehidupan pondok banyak sekali cerita, pengalaman, teman, alumni, ustadz, ustadzah, dan bahkan hukuman. tak ada penyesalan untuk mengenang ma’had tercinta yakni AL-IMAN. tanpa Al-iman mungkin saya dan teman-teman saya tak ada apa-apanya. berkat ilmu, pengalaman serta motivasi yang diberikan kita semua bisa menjadi Manusia yang sesungguhnya. yang sebelumnya belum mengenal hikayat manusia, apa itu berorganisasi, kepanitiaan, kerjasama, bergotong royong, sampai dihukum di jemur didepan Gedung Andalusia gegara telat solat dzuhur waktu itu. sungguh luar biasa bukan almamater kita teman???

seringkali kyai saya berkata, ” Hidup itu gerak jangan seperti mayat yang dimandikan”. (K.H Imam Bajuri M.Pd.) itulah salah satu motivasi untuk menjadikan kami untuk bergelora bangkit menepak tantangan hidup.

Pesan dan nasehat Drs. K.H. Achmad Zawawi, “wahai anak-anakku mengingat kenyataan hidup ini memang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dengan berbagai aspek yakni, menyenangkan atau menyusahkan, menyengsarakan, membosankan, menjenuhkan bagi orang-orang yang belum tahu dan mengerti akan nilai ilmu dan peristiwa kehidupan tadi, maka yang akan menyatakan “oh inikah nikmatnya hidup ini” pernyataan ini terungkap bilamana seseorang itu akan diberi ilmunya fahan dan mengerti oleh Allah Subhanahu Wata’ala. karena itu anak-anakku kita senantiasa disuruh belajar mencari ilmu sampai titik akhir hayat kehidupan agar senantiasa mengerti akan tabi’at hidup dan kehidupan ini. dengan demikian manusia akan akan memiliki jiwa murah hati, sabar. Dengan sesuai firman Allah: “Sesungguhnya Aku (Allah) beserta orang-orang yang sabar. berarti kita manusia telah sempurna menjadi hamba yang menghamba kepada Allah senantiasa diberikan rahmat dariNya. tentu jiwa akan merdeka, sehat badannya, dan sempurna rohaninya itulah inti dari perintah Allah.

“Hidup sekali hiduplah yang berati”, itulah salah satu slogan yang memberikan kita banyak makna dan pengertian akan hidup ini. untuk itu kita yang berjiwa muda agar dapat memberikan makna yangindah akan hidup dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

untuk semua teman-temanku semoga sukses dan kelak kita bisa bertemu dengan membawa kesuksekan kita masing-masing . Amin!!!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s